Tutorial Meluluskan Siswa di E-Ijazah 2026, Panduan Lengkap Step by Step Penetapan Kelulusan

Proses penetapan kelulusan di e-Ijazah tahun 2026 sudah resmi bisa dilakukan mulai 4 Mei untuk jenjang SMA/SMK. Berdasarkan pengalaman pengguna yang langsung mencoba sistem ini, alurnya memang cukup jelas, tetapi ada beberapa detail penting yang tidak boleh terlewat—terutama terkait pengisian data kepala sekolah, metode pengesahan, dan nomor SK kelulusan.
Seperti yang disampaikan dalam pengalaman pengguna, “tanggal 4 Mei sudah muncul pemberitahuan di web manajemen ijazah bahwa penetapan kelulusan sudah bisa dilakukan.” Artinya, jika Anda mengakses sistem sebelum tanggal tersebut, fitur ini memang belum aktif sepenuhnya.
Jadwal Resmi Penetapan Kelulusan di E-Ijazah 2026
Jawaban langsungnya: penetapan kelulusan sudah bisa dilakukan, tetapi harus sesuai jadwal resmi sistem.
Dari penggunaan langsung di sistem e-Ijazah, terlihat bahwa:
- SMA/SMK mulai: 4 Mei 2026
- SD/SMP mulai: 2 Juni 2026
- Ijazah tahun sebelumnya (yang belum terbit): mulai 11 Mei 2026
Saat pengguna membuka menu jadwal di dashboard, semua aktivitas penetapan kelulusan sudah aktif per tanggal 4 Mei. Bahkan disebutkan sebelumnya sempat berubah dari tanggal 5 ke 4 Mei, sehingga penting untuk selalu cek menu jadwal terbaru di sistem.
Langkah Awal: Pengaturan Data Kepala Sekolah
Sebelum bisa meluluskan siswa, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengisi atau memastikan data kepala sekolah sudah benar, terutama bagian gelar akademik.
Dari pengalaman penggunaan langsung:
- Menu yang dibuka: Pengaturan → Kepala Satuan Pendidikan
- Fokus utama: penulisan gelar (misalnya S.Pd atau S.Pd.)
Menariknya, pengguna sempat mencoba variasi penulisan gelar dengan dan tanpa titik. Ini menunjukkan bahwa sistem cukup fleksibel, tetapi tetap disarankan untuk koordinasi dengan dinas pendidikan agar tidak terjadi kesalahan di dokumen resmi.
Setelah data diperbaiki, tinggal klik simpan, dan sistem langsung memperbarui data kepala sekolah.
Menentukan Metode Pengesahan Ijazah
Langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah memilih metode pengesahan ijazah, karena ini termasuk fitur baru di e-Ijazah 2026.
Jawaban langsungnya: metode pengesahan harus dipilih sebelum penetapan kelulusan dilakukan.
Berdasarkan penggunaan nyata:
- Pilihan metode:
- Tanda tangan basah
- Tanda tangan elektronik
- Jika memilih tanda tangan elektronik → wajib menggunakan foto digital
- Jika tanda tangan basah → bisa pilih manual atau foto digital
Dalam praktiknya, pengguna memilih tanda tangan basah dengan foto digital, sehingga nanti saat ijazah dicetak, foto siswa sudah otomatis muncul.
Namun, untuk fitur tanda tangan elektronik, pengguna menyarankan untuk koordinasi terlebih dahulu dengan dinas karena tidak semua sekolah sudah siap menggunakan sistem tersebut.
Mengisi Nomor SK Kelulusan (Wajib Sebelum Finalisasi)
Ini bagian yang sering jadi kendala.
Jawaban tegasnya: tanpa nomor SK kelulusan, proses meluluskan siswa tidak bisa disimpan.
Dari pengalaman pengguna:
- Menu yang digunakan: input nomor SK kelulusan
- Data yang harus diisi:
- Nama kepala sekolah (otomatis muncul setelah diatur sebelumnya)
- Tanggal SK (contoh: 4 Mei 2026)
- Tingkat kelas (kelas 12)
- Nomor SK (harus valid dari sekolah)
Saat dicoba tanpa mengisi nomor SK, sistem menolak proses penetapan kelulusan. Jadi ini bukan opsional, melainkan syarat wajib.
Pengguna juga menekankan bahwa nomor SK sebaiknya dikoordinasikan dulu dengan pihak sekolah agar tidak salah input.
Proses Penetapan Kelulusan Siswa di Sistem
Setelah semua data lengkap, barulah masuk ke tahap inti.
Jawaban langsungnya: siswa bisa diluluskan secara massal atau satu per satu.
Berdasarkan penggunaan langsung di menu penetapan kelulusan:
- Masuk ke menu: Penetapan Kelulusan
- Cek status: “Belum Ditetapkan”
- Pastikan jumlah siswa sesuai (misalnya 27 siswa)
Jika semua data sudah benar, ada dua opsi:
- Klik “Luluskan Semua” untuk proses instan
- Atau edit manual satu per satu (lulus/tidak lulus)
Namun saat dicoba, jika nomor SK belum diisi, tombol simpan tidak akan berfungsi. Setelah semua lengkap dan disimpan, data siswa otomatis masuk ke menu “Lulus”.
Menariknya, sistem juga fleksibel. Jika ada perubahan, status siswa masih bisa diedit kembali dari lulus menjadi tidak lulus atau sebaliknya.
Hal Penting yang Harus Diperhatikan
Dari pengalaman penggunaan langsung, ada beberapa hal krusial:
- Pastikan jumlah siswa tidak ada yang kurang sebelum klik “luluskan semua”
- Nomor SK wajib diisi, jika tidak proses gagal
- Metode pengesahan harus ditentukan di awal
- Data kepala sekolah harus benar, terutama gelar
- Upload foto bisa dilakukan di tahap berikutnya (menu DNS)
Jika langkah-langkah ini diikuti dengan benar, proses penetapan kelulusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Pada akhirnya, proses meluluskan siswa di e-Ijazah 2026 sebenarnya tidak rumit, tetapi memang butuh ketelitian. Dari pengalaman pengguna yang mencoba langsung, kendala paling sering muncul justru karena data belum lengkap, bukan karena sistem error. Jadi sebelum klik “luluskan semua”, pastikan semua komponen sudah siap agar tidak perlu bolak-balik revisi.






