3 Fitur Baru E-Ijazah 2026 yang Wajib Dipahami, Metode Pengesahan, Upload Foto, dan Nomor SK Kelulusan

Perubahan di sistem e-Ijazah 2026 bukan sekadar tampilan, tapi benar-benar berdampak langsung ke proses administrasi sekolah. Berdasarkan pengalaman pengguna yang langsung membuka dashboard pada tanggal 3 Mei, muncul tiga fitur baru yang sebelumnya tidak ada, dan semuanya wajib diperhatikan sebelum proses kelulusan dilakukan.

Seperti yang disampaikan dalam penggunaan nyata, “di tanggal 3 Mei tiba-tiba muncul tiga menu baru di e-ijazah yang sebelumnya belum ada.” Ini artinya, jika Anda belum login ulang atau belum mengecek update terbaru, kemungkinan besar fitur ini belum Anda sadari.

Fitur Baru E-Ijazah 2026: Wajib Digunakan Sebelum Kelulusan

Jawaban langsungnya: ketiga fitur ini bukan tambahan biasa, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pembuatan ijazah.

Dari pengalaman penggunaan langsung, tiga fitur tersebut adalah:

  • Metode pengesahan ijazah
  • Upload foto siswa
  • Input nomor SK kelulusan

Ketiganya saling terhubung. Jika satu saja tidak disiapkan dengan benar, proses berikutnya bisa terhambat.

Metode Pengesahan: Pilih Tanda Tangan Basah atau Elektronik

Fitur pertama yang muncul ada di menu pengaturan, yaitu metode pengesahan.

Jawaban tegasnya: sekolah wajib memilih jenis tanda tangan yang digunakan di ijazah.

Berdasarkan penggunaan langsung:

  • Tersedia dua pilihan:
    • Tanda tangan basah (manual)
    • Tanda tangan elektronik (TTE)

Dari pengalaman pengguna, tanda tangan basah masih menjadi pilihan yang paling umum digunakan. Sedangkan tanda tangan elektronik biasanya digunakan oleh sekolah yang sudah terintegrasi dengan sistem resmi.

Menariknya, pengguna juga menegaskan bahwa tanda tangan elektronik bukan sekadar tanda tangan yang difoto, melainkan sistem resmi berbasis digital (biasanya berbentuk QR atau barcode dan terdaftar).

Selain itu, di tahap ini juga harus ditentukan:

  • Apakah foto siswa ditempel manual
  • Atau menggunakan foto digital

Pilihan ini akan menentukan langkah berikutnya.

Upload Foto Siswa: Harus Siap Sebelum Digunakan

Fitur kedua muncul di menu DNS (Validasi DNS), yaitu upload foto siswa.

Jawaban langsungnya: jika memilih foto digital, maka upload foto wajib dilakukan di sistem.

Dari pengalaman penggunaan langsung:

  • Format foto: JPG atau PNG
  • Ukuran: otomatis diproses menjadi 3×4
  • Harus diberi nama sesuai siswa (untuk menghindari tertukar)

Saat dicoba, sistem menyediakan tombol upload di setiap data siswa. Namun pengguna mengingatkan bahwa proses ini tidak boleh sembarangan.

Seperti yang diungkapkan, “jangan sampai salah upload foto, karena jika tertukar, ijazah bisa bermasalah.” Ini penting karena data di ijazah bersifat final dan tidak bisa diperbaiki sembarangan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  • Background foto (warna tertentu, biasanya mengikuti aturan dinas)
  • Kesesuaian identitas siswa
  • Kualitas foto yang jelas

Jika sekolah memilih metode manual (tempel foto), maka fitur ini bisa diabaikan, tetapi konsekuensinya adalah proses cetak menjadi lebih manual.

Input Nomor SK Kelulusan: Sekarang Sudah Terintegrasi Sistem

Fitur ketiga yang paling krusial adalah input nomor SK kelulusan.

Jawaban tegasnya: nomor SK sekarang wajib diinput langsung di sistem, tidak bisa lagi manual seperti tahun sebelumnya.

Berdasarkan penggunaan nyata:

  • Menu khusus untuk input SK sudah disediakan
  • Data yang harus diisi:
    • Tahun ajaran
    • Nama kepala sekolah
    • Nomor SK
    • Tanggal SK
    • Tingkat kelas (misalnya kelas 12)

Dari pengalaman pengguna, fitur ini dibuat untuk menghindari kesalahan seperti tahun sebelumnya, di mana banyak sekolah mengelola SK secara manual (bahkan ada yang mengetik ulang di Word).

Namun, pengguna juga menekankan pentingnya koordinasi:

  • Nomor SK harus sesuai dengan dokumen resmi sekolah
  • Bisa jadi ada format khusus dari dinas

Saat dicoba tanpa data lengkap, pengguna memilih tidak langsung menyimpan karena masih menunggu konfirmasi dari sekolah. Ini menunjukkan bahwa pengisian SK tidak boleh asal.

Keterkaitan Ketiga Fitur: Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Dari penggunaan langsung, terlihat jelas bahwa ketiga fitur ini saling terhubung.

Jawaban langsungnya: semua fitur harus disiapkan sebelum masuk ke tahap penetapan kelulusan.

Contohnya:

  • Jika memilih foto digital → harus upload foto
  • Jika belum input SK → penetapan kelulusan bisa terhambat
  • Jika metode pengesahan belum dipilih → sistem belum siap cetak ijazah

Artinya, alur kerja sekarang lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya, tetapi juga menuntut ketelitian lebih tinggi.

Hal Penting yang Harus Diantisipasi Sekolah

Dari pengalaman penggunaan langsung, ada beberapa catatan penting:

  • Koordinasi dengan dinas terkait:
    • Format nomor SK
    • Standar foto siswa
    • Penggunaan tanda tangan elektronik
  • Siapkan data sebelum input (jangan setengah jadi)
  • Hindari kesalahan upload foto karena sulit diperbaiki
  • Pastikan semua data sudah benar sebelum disimpan

Pengguna juga menyarankan agar tidak terburu-buru, karena fitur ini tergolong baru dan masih dalam tahap adaptasi oleh banyak sekolah.

Perubahan di e-Ijazah 2026 ini sebenarnya mempermudah dalam jangka panjang, terutama karena semua data kini terpusat di sistem. Namun dari pengalaman langsung, tantangan utamanya justru ada di tahap awal—yakni menyiapkan data dengan benar. Jika tahap ini dilewati dengan teliti, proses selanjutnya seperti penetapan kelulusan dan pencetakan ijazah akan jauh lebih lancar tanpa revisi berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button