Tugas Proktor TKA Susulan 2026, Penyebab Siswa Susulan, Cara Cek, dan Persiapan Lengkap

Munculnya menu “peserta berpotensi susulan” di sistem TKA 2026 cukup membuat banyak operator dan proktor bertanya-tanya. Dari pengalaman pengguna yang langsung membuka dashboard TKA, fitur ini memang baru dan langsung menampilkan daftar siswa yang disarankan mengikuti susulan.

Seperti yang disampaikan dalam penggunaan nyata, “yang muncul di menu ini adalah siswa dengan jumlah soal yang diselesaikan masih di bawah batas minimal.” Artinya, sistem sudah otomatis mendeteksi siapa saja yang perlu dipertimbangkan untuk ikut ujian susulan.

Penyebab Siswa Masuk Kategori Susulan TKA

Jawaban langsungnya: siswa masuk susulan karena jumlah soal yang dikerjakan belum memenuhi batas minimal atau respons di bawah 80%.

Berdasarkan penggunaan langsung di sistem:

  • Minimal soal yang harus diselesaikan sekitar 24–25 soal
  • Jika di bawah itu, otomatis masuk kategori berpotensi susulan
  • Persentase jawaban kurang dari 80% juga menjadi faktor utama

Saat dilihat di dashboard, siswa yang bermasalah biasanya ditandai dengan warna merah atau oranye. Ini menjadi indikator bahwa bagian tersebut belum memenuhi standar dan perlu diulang melalui susulan.

Menariknya, tidak semua mapel harus diulang. Dari pengalaman tersebut, sistem hanya menandai bagian tertentu saja.

Cara Cek dan Menentukan Siswa Ikut Susulan atau Tidak

Jawaban tegasnya: proktor harus cek manual di menu susulan dan menentukan status siswa satu per satu.

Dari penggunaan nyata, langkahnya seperti ini:

  1. Masuk ke menu Susulan di dashboard TKA
  2. Klik potensi peserta susulan
  3. Periksa data siswa yang muncul
  4. Tentukan pilihan:
    • Ikut susulan
    • Tidak ikut susulan
  5. Klik save untuk menyimpan

Saat dicoba, data yang sudah disimpan ternyata masih bisa diubah hingga batas waktu tertentu, yaitu sampai hari Rabu pukul 18.00. Ini memberi ruang bagi sekolah untuk melakukan verifikasi ulang sebelum finalisasi.

Namun, pengguna menyarankan sebaiknya tidak bolak-balik revisi agar tidak membingungkan data.

Tugas Proktor Setelah Data Susulan Ditentukan

Setelah status siswa ditetapkan, tugas proktor belum selesai.

Jawaban langsungnya: proktor wajib mengatur sesi, gelombang, dan mode ujian untuk peserta susulan.

Dari pengalaman penggunaan sistem:

  • Masuk ke menu pengaturan sesi
  • Tentukan:
    • Mode ujian (online/semi online)
    • Ruangan
    • Gelombang
    • Sesi

Jika data belum disimpan di tahap sebelumnya, maka data siswa tidak akan muncul di pengaturan sesi. Jadi urutannya harus benar: tentukan peserta → save → baru atur sesi.

Setelah semua diatur, sistem akan otomatis menampilkan menu tambahan seperti komputer proktor khusus susulan, yang digunakan saat pelaksanaan ujian.

Sistem Penilaian: Nilai Susulan Bisa Menggantikan Nilai Lama

Ini bagian penting yang sering disalahpahami.

Jawaban tegasnya: jika siswa ikut susulan, nilai yang digunakan adalah nilai susulan, bukan nilai terbaik.

Dari pengalaman pengguna:

  • Misalnya nilai awal: 80
  • Setelah susulan turun jadi: 70
  • Maka yang tercatat tetap: 70 (nilai terakhir)

Artinya, ikut susulan itu ada risiko. Jika siswa merasa nilainya sudah cukup, sebenarnya tidak wajib ikut susulan.

Inilah alasan kenapa sistem memberi pilihan:

  • Ikut susulan
  • Tidak ikut

Keputusan ini sebaiknya dipertimbangkan matang oleh siswa dan sekolah.

Mekanisme Pelaksanaan TKA Susulan

Dari penggunaan langsung dan penjelasan sistem, pelaksanaan susulan tidak dilakukan penuh seperti ujian utama.

Jawaban langsungnya: siswa hanya mengerjakan bagian yang bermasalah (yang merah saja).

Contoh dari pengalaman:

  • Jika yang bermasalah hanya matematika → hanya mengerjakan matematika
  • Jika hanya survei karakter → hanya bagian itu
  • Tidak perlu ikut semua hari ujian

Pembagian jadwalnya:

  • Hari 1: Matematika + Survei Karakter
  • Hari 2: Bahasa Indonesia + Survei Lingkungan Belajar

Jadi siswa bisa hanya datang di hari tertentu, tergantung mapel yang perlu diulang.

Jadwal dan Batas Penting yang Harus Diperhatikan

Dari pengalaman penggunaan sistem dan informasi yang muncul:

  • Batas penentuan ikut/tidak susulan: Rabu pukul 18.00
  • Gelombang 1: 11–12 Mei (Senin–Selasa)
  • Gelombang 2: sekitar 18 Mei
  • Pengawas akan digenerate otomatis oleh sistem

Selain itu, untuk sekolah yang menggunakan semi online, tetap perlu melakukan sinkronisasi seperti ujian utama.

Hal Penting yang Sering Terlewat oleh Proktor

Dari observasi penggunaan nyata, ada beberapa hal krusial:

  • Tidak mengecek jumlah soal yang dikerjakan siswa
  • Terlambat klik save sebelum batas waktu
  • Salah menentukan siswa ikut/tidak susulan
  • Lupa mengatur sesi setelah menentukan peserta

Padahal, seluruh proses ini sebenarnya sudah terpusat di satu menu, yaitu menu susulan.

Pada akhirnya, sistem TKA susulan ini sebenarnya cukup sederhana jika dipahami alurnya. Dari pengalaman pengguna yang langsung mencoba, kunci utamanya ada di ketelitian membaca data dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Karena sekali siswa ikut susulan, hasil akhirnya benar-benar bergantung pada performa terbaru, bukan yang sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button